Sedetik untuk selamanya

Sedetik untuk selamanya, mungkin itu harapan yang terlintas di dalam benak saya. dari perkenalan yang menurut saya sangat cepat Alhamdulillah di tahun 2020 ini saya sudah mengganti status single menjadi status suami. Tak pernah terlintas siapa sosok wanita yang akan mendampingi saya. Jatuh bangun dalam membinanya cinta yang menurut saya begitu lama akhirnya harus pupus diganti dengan sebuah harapan baru dari wanita yang begitu amat saya cintai.





Tepat pada tanggal 17 April 2020 saya melammar seseorang wanita pujaan saya. Berawal dari perkenalan singkat dari teman kerja dahulu kala, saya mencoba memberanikan diri untuk mengajak dia menikah. lucu sih, saya tidak tau siapa dia, bagaimana keseharian dia akan tetapi  hati saya berkata bahwa dia adalah pujaan hati yang saya cari.

Awalnya doi gak percaya dengan ajakan saya untuk menikah, dan doi asli wanita cuek. chat whatsapp saya dibaca hanya waktu malam padahal saya ngechat mulai dari pagi. hampir pupus harapan sih waktu dia cuek gitu tapi namanya orang udah cinta segala cara pasti dilakuin ya kan.

Tepat pada tanggal 9 April 2020 adalah kelahiran doi, saya mencoba membawakan dia sebuah hadia yaitu boneka. Menurut saya itu adalah cara terakhir untuk saya ikhtiar dalam berjuang untuk menghalalkanya dan pada saat itu juga saya bertanya kepada dia.

Karna doi lebih tua dari saya, saya panggil dia mbak. "Mbak aku wes srek samean, kene kan wes podo ngertine pie lak samean tak lamar. opo bar riyoyo langsung ta nikahe" dari sana ya memberanikan diri untuk mengajak dia menikah. tetapi si doi hanya bilang "Sek tak takok ika". Ika adalah teman kami yang mempertemukan kita.

wajar mungkin dia mau nanya teman, karna saya lebih muda daru doi pasti rasa takut dipermainkan lelaki ada. kemudian saya bilang kepada doi "ya wes tak tunggu kabare". setelah keberanian melamar doi saya pulang kerumah dan bilang kepada ibu saya : "Bu aku seneng arek, deke arepe tak jaluk". kemudian ibu saya menjawab "Sopo maneng lare wadone iku ? temenan srek ta ? kadung iyo yo wes larene ajaken rene"

setelah perbincangan dengan ibu, saya bilang sama doi. mbak ayo kerumah tak kenalin ke ibuku. aku udah bilang kalo mau ngelamar samean. doi pasti kaget sih dan gak siap. karna kita kenal cuman beberapa hari. tapi dengan segala keyakinan untuk menghalalkanya alhamdulilah dia mau untuk datang kerumah. setelah perkenalan doi dan ibu saya, disana sebuah jawaban dari doi untuk mengiyakan lamaran dari saya.

Seneng ? pastilah seneng. gak butuh waktu lama kok buat mencintai dia. alhamdulilah dengan segala puji allah, tepat pada tanggal 17 April 2020 kita melakukan prosesi pertunangan. acara yang sederhana diikuti oleh seluruh keluarga membawa kita untuk segera menuju ke pelaminan.

Terima kasih untuk para keluarga, kerabat, dan teman yang sudah mendoakan kami. semoga hubungan kami akan senantiasa dijaga oleh Allah swt. Dear istriku, terima kasih sudah menjadikan saya pria beruntung yang bisa menghalalkanmu, karnamu adalah tulang rusukku.

LOVE YOU SASI