Kenapa siaran tv satelite pada parabola diacak pada acara tertentu ?




Banyak sekali pertanyaan mengapa siaran satelite pada parabola diacak pada acara  sepak bola, bulu tangkis, motogp bahkan acara masterchef indonesia akhir-akhir ini sering diacak. Saya sendiri adalah teknisi dibidang pasang parabola  dan antena  UHF di daerah Banyuwangi jadi gak sedikit pertanyaan seperti itu muncul dari user saya.

Oleh sebab itu, untuk menjawab pertanyaan tersebut saya akan menjelaskan kenapa siaran tv satelite menggunakan dish parabola selalu diacak pada acara tertentu. Padahal siaran di tv UHF  tidak di acak sama sekali.

PENYEBAB SIARAN TV PARABOLA DIACAK

Mungkin ada sebab kenapa kita masih menggunakan siaran siaran tv parabola. Padahal di Indonesia siaran Teresterial atau antena UHF sudah memasuki digitalisasi. Alasan menggunakan parabola antara lain dari daerah terpencil yang sangat jauh dari pemancar teresterial, diapit oleh pegunungan hingga tayangan yang disajikan channelnya hanya sedikit. nah, jika kamu penasaran kenapa sih kok selalu diacak  kita akan membahas secara detail dan jelas.

MENAYANGKAN SIARAN TIDAK GRATIS

Pada dasarnya, tayangan yang disajikan televisi tidak gratis. Pasalnnya ada sebuah hak siar  yang dimiliki setiap stasiun televisi untuk mendapatkan tayangan tersebut.Contoh tayangan sepak bola liga 1 BRI yang ditayangkan oleh emtek group (SCTV). Untuk mendapatkan tayangan tersebut, pihak emtek group Tidak mudah dan tidak murah biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan hak siarnya di wilayah Indonesia. Mereka juga harus membayar ke pihak terkait agar mendapatkan hak siar khususnya sepakbola.

Karna parabola menggunakan satelit untuk siaranya, maka negara tetangga yang berdekatan dengan Indonesia masih bisa dengan mudah menangkap siaran dengan mudah. Nah, hal ini yang membuat para  pemilik stasiun tv mengacak siaran mereka.

Jika siaran yang memancar tersebut bisa ditangkap juga dengan antena parabola di negara tetangga maka bisa dianggap  melanggar kontrak hak siar. Hal ini disebabkan karena stasiun TV tersebut membeli hak siar hanya untuk disiarkan di wilayah Indonesia saja.

Maka dari itu stasiun TV lokal terpaksa harus mengacak siaran bola tersebut (yang memang bisa diterima free to air dengan antena terestial). Karena jika tidak di acak, maka warga negara lain jadi bisa menonton siaran TV yang dibayar mahal tersebut. Dengan demikian, di waktu-waktu tertentu,siaran TV lewat satelit dan antena parabola, tidak bisa di tonton.

Merugikan penyelenggara pertandingan

Jika siaran bola itu tidak diacak maka warga negara tetangga yang menggunakan antena parabola  juga bisa menangkap siaran tersebut.Jika ini terjadi maka bisa dianggap suatu kerugian bagi penyelenggara pertandingan karena yang "mencuri" tidak membayar hak siar tapi bisa menonton secara gratis.

Itulah kenapa bagi para penggila bola disarankan untuk tetap menggunakan antena UHF biasa.